img
Agenda Kegiatan
Fans Page

Ustad Mahfuz Ihsan Ajak Umat Melakukan Tiga Model Hijrah

Dibaca: 584 kali  Jumat,22 September 2017 | 09:39:00 WIB
Ustad Mahfuz Ihsan Ajak Umat Melakukan Tiga Model Hijrah

 

Drs H Mahfuz Ihsan dipercaya memberikan tausiyah memperingati 1 Muharram 1439 H di Pesantren Babussalam. Tausiyah tersebut berlangsung di Masjid Darussalam pada Kamis, 21 September 2017, pagi.

Mengawali tausiyahnya, Ustad Mahfuz yang juga guru di SMA Babussalam mengutip Surah At-Taubah ayat 36. Surah ini menegaskan bahwasannya dalam setahun terdapat 12 bulan.

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu dan perangilah kaum musyrik itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian semuanya; dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” Demikian terjemahannya.

Namun beliau sedih karena nama-nama bulan dalam tarikh hijriah tersebut tidak familiar bagi umat Islam di Indonesia. Oleh karena itu beliau mengajak agar jamaah yang hadir maupun umat se-Nusantara mengenal serta membiasakan dengan penanggalan khusus Islam ini.

Di antaranya beliau selalu meminta para santri yang diajarnya, agar selalu membuat tanggal hijriah papan tulis/whiteboard. Secara sekilas beliau malah berharap pemerintah terlibat proses pembiasaan tahun hijriah. Misalnya secara bercanda beliau mengatakan agar pembayaran gaji berdasarkan bulan hijriah.

Tapi pada intinya, mempopulerkan penanggalan hijriah tersebut tanggung jawab umat. Dengan kata lain umat harus melakukan hijrah baik dalam bentuk fisik maupun psikis.

Dalam konteks hijrah, Ustad Mahfuz memaparkan ada tiga model hijrah. Pertama Hijrah Insaniyah yakni setiap pribadi berubah menjadi lebih baik. Dari tabiat buruk menjadi baik. Dari malas menjadi rajin.

Kedua Hijrah Tsaqafiyah. Ini berarti hijrah dalam konteks budaya. Umat jangan berbuat menurut atau meniru adat kaum di luar Islam. Seperti sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallamBarangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR Abu Dawud, hasan)

Ketiga adalah Hijrah Islamiyah. Yakni mengamalkan ajaran agama dengan benar seperti solat dengan tuma’ninah. Artinya bersikap dengan tenang sebagai syarat untuk mencapai kekhusyukan.(*)

Tulis Komentar
Berita Terkait
  • Senin,22 Oktober 2018 - 01:46:00 WIB

    peran ibu-ibu di dapur umum yang luput dari perhatian

    peran ibu-ibu di dapur umum yang luput dari perhatian Dalam tiap kegiatan besar ada saja momen-momen yang nyaris luput dari perhatian. Misal pada raya qurban alias Idul Adha 1439 H lalu di Pesantren Babussalam, Pekanbaru. Di antara momen tersebut adalah
  • Jumat,01 Februari 2019 - 09:18:00 WIB

    tuan guru syekh h ismail royan bertemu mursyid dan jamaah naqsandiyah se-riau

    tuan guru syekh h ismail royan bertemu mursyid dan jamaah naqsandiyah se-riau Ribuan jamaah Thariqat Naqsabandiyah dari berbagai kota/daerah di Indonesia memadati perkampungan religius Babussalam, Desa Besilam Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kedata
  • Minggu,27 November 2016 - 09:30:00 WIB

    terima kunjungan silaturrahim tamu dari qatar dan kuwait

    terima kunjungan silaturrahim tamu dari qatar dan kuwait Menerima kehadiran tamu-tamu menjadi salah satu kegiatan yang cukup banyak dilakukan Tuan Guru Syekh H Ismail Royan. Baik beliau sebagai Ketua Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang membina Pondok Pes
  • Senin,27 Agustus 2018 - 03:40:00 WIB

    guru, karyawan dan santri jadi panitia qurban

    guru, karyawan dan santri jadi panitia qurban Idul Adha menjadi momen berbaur bagi keluarga besar Pondok Pesantren Babussalam. Ada dua titik lokasi dari momen silaturrahim tersebut. Pertama tentu saja Solat Idul Fitri yang bertempat di Masjid Da