img
Agenda Kegiatan
Fans Page

Ayo Kenali Sejarah Masjid Jami’ Air Tiris

Dibaca: 402 kali  Minggu,19 Mei 2019 | 10:20:00 WIB
Ayo Kenali Sejarah Masjid Jami’ Air Tiris
Masjid Jami’ menjadi destinasi wisata religi sekaligus wisata sejarah di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Para santri SD Babussalam khususnya kelas VI melakukan ziarah ke masjid ini pada Sabtu, 30 Maret 2019.

Masjid Jami’ terletak di Desa Tanjung Berulak, Pasar Usang, Kecamatan Kampar (Kenagarian Air Tiris). Masjid ini termasuk dalam salah satu masjid tertua di Sumatera yang dibangun pada tahun 1901 M. Usianya yang telah 117 tahun tersebut menjadikan masjid ini sebagai salah satu destinasi wisata religi sejarah yang penting untuk dikunjungi.

Masjid Jami’ telah ditetapkan menjadi Benda Cagar Budaya pada tahun 2004 berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata no. KM.13/PW.007/MKP/2004. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta tanggal 3 Maret 2004 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, I Gede Ardika. Keputusan ini diterbitkan untuk sembilan Benda Cagar Budaya, Situs atau Kawasan lainnya di Riau. Yakni Istana Siak, Balai Kerapatan Tinggi, Makam Sultan Kasim II, Masjid Raya Syahabuddin, Kompleks Makam Koto Tinggi, Makam Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah, Tangsi Belanda, Gedung Controlleur, Bangunan Landraad, Rumah Adat Bendang Kenagarian 50 Koto, dan Masjid Raya Pekanbaru.

Pada abad ke 18, di kawasan Kampar ini belum ada satu pun masjid. Maka seorang ulama bernama Engku Mudo Songkal mengusulkan pembangunan masjid. Pembangunan masjid ini dilakukan secara gotong royong dan suka rela. Panitia pendirian masjid diberi nama Ninik Mamak Nan Dua Belas yang terdiri dari berbagai suku yang ada di daerah setempat. Proses pembangunan masjid berlangsung selama 3 tahun, lalu pada tahun 1904, masjid ini selesai dibangun dan diresmikan dengan pemotongan 10 ekor kerbau.

Masjid ini dibangun dengan model panggung guna mengantisipasi terjadinya banjir yang kerap terjadi disebabkan air Sungai Kampar yang meluap. Sebanyak 24 desa bersama membangun masjid ini. Uniknya lagi, semua bahan-bahan yang digunakan untuk membangun masjid merupakan sumbangan suka rela dari warga. Konon bangunan masjid ini pertama kali dibuat tanpa menggunakan paku.

Masjid ini pada bagian dalamnya memiliki 40 tiang yang melambangkan jumlah 40 orang untuk menunaikan ibadah Solat Jumat. Dihiasi dengan ukiran kaligrafi yang cukup indah. Uniknya di bagian masjid ini terdapat sebuah batu yang menyerupai kepala kerbau. Sebagian orang mengatakan batu tersebut memiliki nuansa mistis dimana bisa berpindah sendiri tanpa bantuan manusia.

Selama berdiri, masjid ini sudah beberapa kali mengalami renovasi. Di antaranya pada bagian atap yang dilakukan di masa pemerintahan Presiden Soeharto. Selain itu pada bagian tangga, kayu dan semennya juga pernah mengalami pemugaran.

Saat ini para pengunjung bisa berkunjung ke Masjid Jami’ dalam waktu 24 jam. Pengunjung/jamaah juga bisa bertanya banyak hal pada penjaga masjid.

Di masjid ini juga sering digelar pengajian RT dan RW setempat. Anda bisa ikut serta jika ingin hadir dan berkunjung ke masjid tersebut. Atau sekadar singgah saat dalam perjalanan. Dengan konstruksi bangunan yang sudah tua, maka masjid ini lebih tepat untuk dijaga dan dilindungi karena sejarah pembangunannya yang sudah cukup lama.

Saat ini Masjid Jami’ Air Tiris masuk dalam Daftar Peta Wisata Kabupaten Kampar, khususnya untuk bangunan wisata religi.(sumber: riaumagz.com)(*)
Tulis Komentar
Berita Terkait
  • Selasa,14 April 2015 - 02:37:00 WIB

    murid sd babussalam berlatih tari hulahop untuk pembukaan o2sn pekanbaru

    murid sd babussalam berlatih tari hulahop untuk pembukaan o2sn pekanbaru Para murid SD Babussalam Selasa, 14 April 2015 siang, sedang berlatih Tari Hulahop di halaman sekolah. Selain dibimbing oleh Ibu Tita Mulyani SPd, aktivitas mereka juga dapat perhatian dari Kepala S
  • Jumat,09 November 2018 - 11:04:00 WIB

    gebyar islamic camp 2018 smp babussalam diikuti 350 siswa sd

    gebyar islamic camp 2018 smp babussalam diikuti 350 siswa sd SMP Babussalam siap menggelar Gebyar Islamic Camp 2018 pada Sabtu-Selasa, 17-20 November 2018. Diperkirakan 350 siswa siswi dari 11 SD dari berbagai kota di dalam dan luar Riau akan ambil bagian.
  • Senin,11 Juli 2016 - 11:34:00 WIB

    tuan guru syekh h ismail royan: semua tamu istimewa

    tuan guru syekh h ismail royan: semua tamu istimewa Ada yang menarik ketika Tuan Guru Syekh H Ismail Royan ditanya wartawan siapa tamu istimewa pada acara Silaturrahim dan Berbuka Puasa Bersama pada Selasa, 14 Juni lalu. ''Semua tamu istim
  • Selasa,07 April 2015 - 02:28:00 WIB

    siswa smp gotong royong pindahkan tanah hitam

    siswa smp gotong royong pindahkan tanah hitam Kerja sama, gotong royong, tolong menolong atau apapun namanya untuk kebaikan menjadi hal yang lumrah di keseharian pondok pesantren. Itu hal yang positif untuk dibina sejak dini. Sisi lainnya tentu