img
Agenda Kegiatan
Fans Page

Peringati 1 Muharram, Ustadz Muhammad Karim Lc Angkat Kisah Hijrahnya Mush’ab bin Umair

Dibaca: 217 kali  Rabu,11 Agustus 2021 | 10:38:00 WIB
Peringati 1 Muharram, Ustadz Muhammad Karim Lc Angkat Kisah Hijrahnya Mush’ab bin Umair
Keluarga besar Pondok Pesantren Babussalam memperingati Tahun Baru Islam 1443 Hijriah yang bertepatan pada Selasa, 10 Agustus 2021. Kegiatan rutin tahunan ini berlangsung Selasa pagi di Masjid Darussalam, Ponpes Babussalam.

Ustadz Afdal SE M.Pd bertindak sebagai pembawa acara dan Ustadz Jufridin S.Pd.I sebagai pembaca doa. Sementara itu santri SMP Babussalam, Sajuar Catra Muhammad dipercaya sebagai pembaca ayat suci Al-Qur'an.

qori-ok

Dalam sambutannya, Tuan Guru Syekh Haji Ismail Royan menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT. Karena dengan izin-Nya, masih diberi kesempatan dan kesehatan memperingati Tahun Baru Islam.

Tuan Guru juga mengingatkan pesan dari Rasulullah SAW kepada hadirin. ''Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Dan besok harus lebih baik pula dari hari ini.''

1-muharram-ok

Dalam peringatan Tahun Baru Islam kali ini, Ustadz Muhammad Karim Lc dipilih menjadi penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat kisah sahabat Rasulullah yang bernama Mush’ab bin Umair. Sahabat ini bisa menjadi inspirasi sekaligus contoh bagi para santri dan hadirin melakukan hijrah dan teguh dengan pilihannya.

Kisah ini memperlihatkan kuatnya niat seseorang untuk hijrah dari kekafiran menuju kebenaran Islam. Karena kecintaan pada Rasul dan Allah, maka Mush'ab rela kehilangan kekayaan dan ketenarannya.

Oleh karena itu, menurut Ustadz Karim, tahun baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriah bisa momentum tepat untuk hijrah. Tentu dengan melihat dimana posisi masing-masing kita.

Kalau seorang santri maka jadilah santri yang terbaik. Jika seorang guru maka jadilah seorang guru terbaik. ''Syaratnya dengan memperbaiki niat. Niatnya karena Allah dan Rasul,'' ujar Ustadz Karim.

Sekilas Kisah Mush'ab bin Umair
Tak ada satu orang pun di Makkah yang tidak mengenal Mush’ab bin Umair. Wajahnya yang tampan, pakaiannya yang mahal, dan badannya yang wangi, membuat Mush’ab selalu menjadi perbincangan. Banyak gadis yang bermimpi menjadi istrinya. Terlahir dari keluarga terpandang, Mush’ab sudah biasa hidup dalam kemewahan.

Segala kehidupan itu dilakoninya sebelum Mush’ab mengenal Islam. Berita tentang Nabi Muhammad dan Islam di Makkah sampai juga di telinga Mush’ab. Ia pun penasaran. Akhirnya, Mush’ab menemui Nabi Muhammad di rumah seorang lelaki bernama Arqam. Di sana, Mush’ab banyak bertanya tentang Islam. Ia mulai tersentuh agama yang dibawa Nabi Muhammad ini.

Namun, keislaman Mush’ab mendapatkan pertentangan dari keluarganya, terutama sang ibu. Ibunya mengurung Mush’ab dan menyiksanya. Meski begitu, Mush’ab tidak takut. Ia bahkan selalu membujuk ibunya untuk ikut masuk Islam. Suatu hari, Mush’ab melihat ibunya sakit. Ternyata, sang ibu melakukan mogok makan.

Hal itu dilakukannya agar Mush’ab meninggalkan Islam. Tapi, Mush’ab tidak gentar. “Saya tidak akan meninggalkan Islam sama sekali,” katanya. Mendengar jawaban Mus’ab, sang ibu akhirnya mengusir Mush’ab. Sejak saat itu, tak ada lagi Mush’ab yang memakai baju mahal dan wangi. Untuk tetap hidup, Mush’ab menjual kayu bakar. Ia juga menjadi pengikut Rasulullah.(*)
Tulis Komentar
Berita Terkait