Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Kontak Kami
Jalan HR.Soebrantas No.62 Pekanbaru, Riau
(0761) 6700646
pesantrenbabussalam@gmail.com
Teks foto: Ustaz Rahmadin Fajri Lc (berdiri)
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 27 Rabiul Akhir 1448 H | Dibaca : 16 Kali
Pesan Ustaz Rahmadin Fajri Lc pada Santri; Pentingnya Sikap Ikhlas dalam Belajar
USTAZ Rahmadin Fajri Lc memberikan pencerahan bagi para santri dalam agenda rutin pekanan Jumat Mubarokah SMP Babussalam Pekanbaru.
Dalam tausiah dan motivasinya, alumnus Pondok Pesantren Babussalam dan Universitas Washatiyah, Hadramaut, Yaman ini, bicara tentang pentingnya keikhlasan dalam meraih ilmu atau belajar.
“Menuntut ilmu bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita tahu, tetapi bagaimana kita menjalani prosesnya dengan ikhlas," ujar beliau di depan para santri.
"Ketika ilmu dicari karena Allah, maka setiap kesulitan dalam menuntut ilmu akan menjadi bagian dari jalan kebaikan,” lanjut beliau.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri agar tidak hanya mengejar hasil. Tetapi juga menjaga niat dan kesungguhan selama menjalani proses pendidikan.
Meraih Ilmu Menurut Imam Syafi'i Pandangan tersebut sesuai dengan pendapat dari Imam Syafi'i. Imam utama fikih Mazhab Syafi'i ini memandang bahwa menuntut ilmu agama adalah ibadah yang sangat mulia. Bahkan menempatkannya sebagai amalan sunnah yang paling utama melebihi salat sunnah.
Berikut pandangan utama Imam Syafi'i tentang mencari ilmu (agama):
1. Lebih Utama dari Salat Sunnah: Beliau menyatakan bahwa tidak ada ibadah yang lebih utama setelah salat wajib daripada menuntut ilmu.
2. Kunci Dunia dan Akhirat: Siapa saja yang menginginkan kesuksesan di dunia maupun di akhirat, maka harus diraih dengan ilmu.
3. Kewajiban Adab dan Menjauhi Maksiat: Menurut beliau, ilmu adalah cahaya dari Allah SWT yang tidak akan diberikan kepada orang yang suka berbuat maksiat.
4. Pembagian Waktu yang Disiplin: Imam Syafi'i membagi malamnya menjadi tiga bagian: sepertiga pertama untuk menulis ilmu, sepertiga kedua untuk salat sunnah, dan sepertiga terakhir untuk beristirahat.(*)