Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Senin, 21 Juni 2021 | 11 Zulqaidah 1442 H | Dibaca : 1558 Kali
Komit Untuk Peningkatan Kualitas, Babussalam Gelar Diskusi Dengan Narasumber Prof Dr Asdi Agustar
Penulis
Reporter
Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru menggelar sebuah diskusi internal dengan tema peningkatan kualitas pendidikan. Kegiatan yang diinisiasi Tuan Guru Syekh Haji Ismail Royan selaku Pimpinan Pondok, digelar di Gedung Serbaguna Haji Ahmad Royan pada Sabtu, 19 Juni 2021.
Prof Dr Ir Asdi Agustar MSc menjadi narasumber tunggal dalam diskusi konstruktif tersebut. Dalam pengantarnya, Tuan Guru menyebut Prof Asdi adalah sahabat beliau ketika masih duduk di kelas satu SMPP 49 Pekanbaru (kini SMAN 8).
Prof Asdi merupakan Putra Riau asal Kabupaten Kuantan Singingi. Sejak di bangku kuliah hingga meniti karier sebagai dosen, beliau jalani di ranah Minang, Sumatera Barat. Tepatnya Prof Asdi tercatat sebagai dosen/guru besar di Universitas Andalas (Unand), Padang.
Selain dosen, beliau juga dikenal sebagai pakar perencanaan wilayah Unand. Jabatan struktural yang pernah dipercayakan pada beliau antara lain Kepala Perencanaan, Pengembangan dan Penganggaran Unand dan Wakil Rektor II Unand. Di pemerintahan, Prof Asdi juga pernah dipercaya menduduki jabatan Kepala Bappeda Kota Bukittinggi.
Sebagai pengantar diskusi, Prof Asdi menilai Pimpinan Ponpes Babussalam memiliki komitmen yang tinggi dalam peningkatan kualitas. Dalam beberapa kesempatan perbincangan dengan Tuan Guru sebelumnya, hal itu diakui Prof Asdi sebagai sebuah surprise.
''Sebab jarang sekali Pimpinan lembaga pendidikan yang mau bicara soal kualitas. Biasanya banyak bicara kuantitas. Jadi saya merasa surprise,'' ujar Prof Asdi.
Secara umum, dari beberapa data yang dibacanya, Prof Asdi menilai Ponpes Babussalam dengan empat jenjang pendidikannya, TK, SD, SMP dan SMA, sudah luar biasa performanya. Seperti jumlah peserta didik, fasilitas, akreditasi A dan lulusan yang punya prestasi dan melanjutkan ke perguruan tinggi.
''Artinya usaha tidak mengingkari hasil. Setiap ada usaha yang baik, hasilnya insya Allah baik,'' ujar Prof Asdi.
Di sisi lain, beliau juga mengatakan bicara soal mutu/kualitas secara umum berarti komitmen untuk kepuasan pelanggan. Internalnya pelanggan itu ya siswa/santri. Dan eksternalnya adalah lingkungan luar sekolah dengan kriteria-kriterianya dan yang menggunakan lulusan itu.
Salah satu kunci untuk komit terhadap kualitas, lanjut Prof Asdi, di antara kriterianya adalah harus dalam satu sistem. Secara nasional itu yang disebut dengan sistem penjaminan mutu, sistem manajemen mutu atau total quality management dan lain-lain.
Untuk itu ada kaidah pokok yang mesti dipahami bersama untuk semua personal yang terlibat dalam sistem. Maka kaidah pokok tersebut harus tereksplisitkan dalam satu sistem. Karena itu setiap individu/personal yang berada pada subsistem harus saling berjalan harmonis.(*)