Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Kontak Kami
Jalan HR.Soebrantas No.62 Pekanbaru, Riau
(0761) 6700646
pesantrenbabussalam@gmail.com
Teks foto:
Jumat, 30 Januari 2026 | 11 Sya’ban 1447 H | Dibaca : 18 Kali
Ceramah Dai Muda Santri Ponpes Babussalam Peringati Isra’ Mi’raj
Jadikan Sholat Kunci Sukses Sekaligus Solusi Semua Masalah
SUDAH tradisi di Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru, peringatan hari besar keagamaan menjadi salah satu panggung bagi para santri. Termasuk dalam peringatan peristiwa Isra’dan Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam 1447 H/2026.
Peringatan peristiwa sangat penting dalam Islam tersebut berlangsung pada Sabtu, 28 Rajab 1447 H atau bertepatan dengan 17 Januari 2026 di Masjid Darussalam.
Acara dibuka oleh protokol Ustaz Khairul Akmal SPd. Dilanjutkan dengan pembacaan Kalamullah oleh Muhammad Amrullah santri Kelas IX SMP Babussalam.
Kemudian, dua santri masing-masing satu dari SMP dan SMA dipercaya menjadi pengisi acara sebagai penceramah. Penceramah pertama dari santri SMP adalah Fadhillah Maulana, Kelas VIII.
Fadhil memberi judul ceraramahnya “Sholat Kunci Kesuksesan”. Dijelaskannya, di balik peristiwa luar biasa tersebut kunci sebenarnya adalah jangan pernah tinggal sholat dengan dalih atau alasan apapun.
Semua orang menginginkan hidupnya menjadi Sakinah. Termasuk aman dan damai dalam kehidupan bermasyarakatnya. Maka kuncinya yang utama adalah dengan melaksanakan sholat.
“Kenapa bukan puasa dan ibadah lainnya? Karena sholat adalah ibadah utama yang dijemput langsung oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam tanpa perantara Malaikat Jibril,” ungkap Fadhil.
Dilanjutkannya, sholat menjadi sarana utama komunikasi hamba dengan Rab-nya. Sholat menjadi cerminan semua amalan hamba dan amalan pertama yang akan dihisab.
“Oleh karena itu, jangan sampai kita tinggalkan sholat, jangan lalaikan dengan alasan apapun,” tegas Fadhil lagi.
Sementara penceramah kedua, Daniel Fhista santri kelas X SMA Babussalam. Ia memberi ceramahnya judul “Sholat Solusi Semua Masalah”.
Ia menegaskan, Allah telah memberi hambanya semua seperti akal, rezeki, kesehatan, kekuatan dan lainnya. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengerjakan yang diperintah dan dilarang Allah subhanahu wa ta'ala.
Dilanjutkannya, jangan jadikan sholat sebagai beban dalam kehidupan. Apapun masalahnya bawalah sholat, bawalah bersujud.
“Tenangkan hari bersama Allah subhanahu wa ta'ala. Panjangkan sajadahmu. Bukan panjangkan status WA-mu,” ujar Daniel menegaskan.
Ia juga menyarankan agar jalani hidup sesuai kemampuan. Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan membebani hamba melebihi kemampuannya.
Allah subhanahu wa ta'ala telah menegaskan bahwa “Di balik semua kesulitan ada kemudahan”. Maka kita harus yakin dengan skenario Allah subhanahu wa ta'ala.
“Rasulullah saja yang sangat dengan Allah subhanahu wa ta'ala selalu bersujud,” tegasnya.
Maka dia meminta agar menjadi sholat sebagai kebutuhan. Bukan sebagai penggugur kewajiban. “Jalani prosesnya, kejar cita-cita, gantungkan harapan pada Allah subhanahu wa ta'ala. Jadikan sabar dan sholat sebagai penolong,” ungkap Daniel mengakhiri ceramahnya.(*)