Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Kontak Kami
Jalan HR.Soebrantas No.62 Pekanbaru, Riau
(0761) 6700646
pesantrenbabussalam@gmail.com
Teks foto:
Jumat, 06 Februari 2026 | 18 Sya’ban 1447 H | Dibaca : 28 Kali
Silaturahim ke Kawasan Kubang Raya
Sabtu Nan Cerah, Suasana Santai Lagi Hangat Warnai Kunjungan ke Masjid Rabithah Babussalam
SIANG nan cerah itu terasa berbeda. Pas di pengujung bulan, tepatnya Sabtu, 31 Januari 2026. Kawasan yang biasanya sepi kini dikunjungi puluhan orang. Suasana santai dan gembira pun terlihat jelas.
Hari itu, Tuan Guru Syekh H Ismail Royan memang sengaja mengajak berkunjung ke kawasan Kubang Raya, tepatnya berlokasi di Jalan Bupati. Daerah ini terletak di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Namun sedikit saja di luar wilayah Kota Pekanbaru.
Mereka yang berkunjung ini insan-insan spesial. Beliau-beliau adalah para kepala dan wakil kepala sekolah semua unit pendidikan di Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru. Dari TK hingga SMA. Juga para pembina asrama santri putra dan putri.
Kepala SMA Babussalam Ustadz Salahuddin SAg MPd, Kepala SMA Babussalam Pekanbaru, ikut menyampaikan perasaannya. Menurut beliau, silaturahim ini bukan sekadar pertemuan, melainkan api semangat yang menyulut visi besar: mencetak generasi rahmatan lil alamin melalui pendidikan berkualitas dan spiritualitas mendalam.
"Terima kasih kepada Tuan Guru Syekh Haji Ismail Royan yang telah meluangkan waktu berharga. Semoga Beliau diberi kesehatan, umur panjang, dan cita-citanya terealisasi tanpa hambatan," ujar Ustadz Salahuddin.
Dilanjutkannya, suasana hangat dan penuh berkah menyelimuti silaturahim tersebut. Acara ini menjadi momen inspiratif yang mempererat ikatan ukhuwah di tengah semangat membangun pendidikan islamiyah.
Dalam kawasan yang dikunjungi sedang dilakukan pembangunan satu masjid berukuran 25x25 meter. Berada di bagian depan lahan. Juga terdapat satu rumah suluk permanen di bagian belakang. Satu bangunan kecil lainnya telah dibangun untuk berbagai fungsi di antaranya untuk musala.
Menurut Ustadz Salahuddin, progres pembangunan masjid pun patut dibanggakan. Masjid megah bernama Rabithah Babussalam sebagai ikon telah mencapai 80% penyelesaian.
Kawasan ini semakin hijau dan produktif dengan tanaman kelapa, sayur-sayuran seperti terung, singkong, tomat, cabai. Bahkan sudah ada yang dipanen.
Tak ketinggalan pula deretan kolam. Berisi berbagai ikan jenis gurami, emas, nila, dan lainnya.
Saat makan siang bersama, ikan gurami bakar segar seberat setengah kilogram langsung diambil dari kolam. Semoga menjadi simbol kemakmuran dan kemandirian yang selaras dengan nilai pesantren.(*)