Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Kontak Kami
Jalan HR.Soebrantas No.62 Pekanbaru, Riau
(0761) 6700646
pesantrenbabussalam@gmail.com
Teks foto:
Sabtu, 09 Mei 2026 | 22 Zulqaidah 1447 H | Dibaca : 9 Kali
Pengurus Yayasan Berikan Arahan kepada Guru Pengampu Mata Pelajaran Pondok SMA dan SMP Babussalam
SEKRETARIS Eksekutif Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru, Kh Yunan Helmi SH MKn menyampaikan arahan inspiratif kepada seluruh ustadz dan ustadzah pengampu mata pelajaran kepesantrenan. Kegaitan berlangsung di Perpustakaan Imam Syafi'i SMA Babussalam Pekanbaru, Sabtu, 9 Mei 20206.
Kegiatan ini menjadi momen berharga untuk menyatukan visi pendidikan Islam yang holistik dan berkelanjutan. Guna membangun generasi santri yang tangguh dan berilmu.
Beliau menekankan pentingnya kesinambungan dalam pengajaran mata pelajaran pondok untuk jenjang SMP dan SMA. Buku ajar dan materi harus selaras dengan program pembelajaran tambahan di Asrama, menciptakan ekosistem belajar yang utuh.
Rekomendasi beliau adalah Kitab Safinatun Najah karya Syekh Salim bin Abdullah bin Said bin Sumair Al-Hadhrami Asy-Syafi'i dan Kitab Al-Arba'in An-Nawawiyah karya Abu Zakaria Yahya bin Syaraf bin Murri bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jumah bin Hizam an-Nawawi.
Bagi santri SMP, fokus ditekankan pada pemahaman terjemahan yang mendalam. Sementara di SMA, pengajaran naik level: tidak hanya terjemahan, tapi juga penguasaan teks, analisis kajian ketatabahasaaraban, syarah serta penghafalan mutqin (permanen).
Kegiatan turut dihadiri Kepala Sekolah SMA Babussalam Pekanbaru, Ustadz Salahuddin SAg MPd, yang menyambut baik inisiatif ini. "Arahan ini membuka jalan bagi pembelajaran keagamaan yang lebih efektif dan efisien," ujarnya penuh harap.
"Kami berdoa agar mata pelajaran kepesantrenan melahirkan santri-santri unggul, yang tak hanya hafal kitab, tapi juga hidupkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari," imbuh beliau.
Momen ini mengingatkan bahwa pendidikan pesantren bukan sekadar transfer ilmu, melainkan penanaman benih kebaikan yang abadi. Dengan arahan visioner seperti ini, Pondok Pesantren Babussalam terus menjadi mercusuar inspirasi bagi generasi muda Pekanbaru.(*)