Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Kontak Kami
Jalan HR.Soebrantas No.62 Pekanbaru, Riau
(0761) 6700646
pesantrenbabussalam@gmail.com
Teks foto:
Sabtu, 23 Mei 2026 | 6 Zulhijjah 1447 H | Dibaca : 4 Kali
Lomba Manasik Haji SMA Babussalam Hidupkan Momen Hari Raya Idul Adha 1447 H
SMA Babussalam Pekanbaru menggelar rangkaian lomba edukatif dan religius mulai 21 hingga 23 Mei 2026. Ini merupakan agenda rutin tahunan dalam menyemarakkan Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Kegiatan yang bertajuk Gema Idul Adha 1447 H/2026 M ini berlangsung dan terdiri dari lomba Manasik Haji, lomba Takbir, serta lomba desain mading bertema Idul Adha.
Pembukaan acara dilakukan kepala sekolah, Ustadz Salahuddin SAg MPd Gr. CGI. Dalam arahannya beliau menekankan pentingnya kesungguhan dan kekhusyukan saat mengikuti lomba manasik.
“Ikutilah manasik ini seolah-olah sedang melaksanakan ibadah haji yang sesungguhnya,” kata beliau.
Ustadz Salahuddin juga mengingatkan bahwa penilaian bukan hanya bersifat kelompok. Untuk santri kelas XI, penilaian individu akan dimasukkan ke dalam nilai ijazah pondok, sehingga setiap peserta diharapkan menunjukkan kompetensi dan tanggung jawab pribadi.
Kegiatan manasik yang bersifat praktis dan pembelajaran ritual tersebut dinilai oleh tim juri yang kompeten di bidangnya. Pada perlombaan ini dipercaya menjadi dewan juri: Ustadz Muhammad Ali Siregar SPdI sebagai juri Wuquf; Ustadz Abdurrahman Anir Lc sebagai juri Melontar Jamarat; Ustadz Rahmadin Fajri Lc sebagai juri Thawaf; dan Ustadz Muhammad Maksum Lc sebagai juri Sa’i. Para juri akan menilai peserta dari aspek tata cara, kekhusyukan, ketepatan gerakan, serta pemahaman makna di balik setiap rukun manasik.
Selain aspek teknis ibadah, lomba mading dan lomba takbir memberikan ruang bagi kreativitas dan ekspresi kecintaan pada tradisi Idul Adha. Mading-mading bertema Idul Adha menampilkan pesan-pesan keagamaan, kisah pengorbanan, dan edukasi tentang nilai-nilai sosial seperti kepedulian dan berbagi. Sementara lomba takbir mengangkat semangat kebersamaan dan kegembiraan menyambut hari raya.
Kepala sekolah berharap kegiatan ini menanamkan kebiasaan beribadah yang benar dan membentuk karakter santri. “Melalui perlombaan ini kami berharap seluruh santri SMA Babussalam terbiasa dengan pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Mudah-mudahan kelak beberapa alumni dari sini menjadi pembimbing haji dan umrah yang profesional,” ujarnya mengakhiri sambutan dengan doa: “Amin ya Rabbal ‘Alamin.”
Rangkaian Gema Idul Adha 1447 H/2026 M di SMA Babussalam tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan spiritual dan persiapan praktis bagi santri SMA Babussalam Pekanbaru. Panitia berharap kegiatan ini memperkuat pemahaman agama sekaligus membentuk generasi yang matang dalam ibadah dan berkontribusi positif untuk masyarakat.(*)