Tuan Guru Syekh H Ismail Royan mengucapkan terima kasih sekaligus bersyukur atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur Riau Brigjen .
KELUARGA besar Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H pada Selasa, 16 Juni 2026. Acara berlangsung di Masjid Darussalam yang juga dihadiri Tuan Guru Syekh Ismail Royan selaku pimpinan pondok.
Peringatan tahun baru Islam diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Fastabiqul Khairat (santri kelas VIII SMP Babussalam). Dilanjutkan sambutan dari Tuan Guru Syekh Ismail Royan selaku pimpinan Pondok Pesantren Babussalam.
Seperti lazimnya, tiga penceramah ikut menyampaikan tausiyah. Mereka terdiri dari dua santri dan satu guru. Fadhillah Maulana merupakan santri kelas VIII SMP Babussalam, Anthony Mahadika dari santri kelas XI SMA Babussalam, serta Ustaz Rahmaddin Fajri Lc sebagai dai utama.

Momentum Hijrah
Acara dipandu oleh Ustaz Khairul Akmal SPd dan pembacaan doa dipercayakan kepada Sultan Baroya, putra bungsu Tuan Guru.
Dalam ceramah beliau, Ustaz Rahmaddin menyebut sejumlah peristiwa penting yang terjadi dalam bulan Muharram. Khususnya pada hari 'Aasyura 10 Muharram yang menambah kemuliaan dan keagungan bulan ini. di antaranya:
1. Diterimanya taubat Nabi Adam AS.
2. Diselamatkannya Nabi Nuh AS dan pengikutnya dari banjir besar.
3. Selamatnya Nabi Ibrahim AS dari api Raja Namruz.
4. Terjadinya mukjizat Nabu Musa AS yang membelah laut merah dan diselamatkan dari kejaran Fir'aun.
Selain itu menukil latar belakang peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan pengikut sebagai tahun pertama dimulainya penanggalan umat Islam itu.
Peristiwa hijrahnya dari Mekah ke Madinah diusulkan Ali bin Abi Thalib RA untuk dijadikan acuan. Usulan tersebut kemudian disetujui dan ditetapkan secara resmi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab.
Ditekankan guru Babussalam lulusan Universitas Washatiyah, Yaman itu, hijrahnya Rasulullah ke madinah bukanlah sekedar berpindah tempat. Akan tetapi hijrah ini merupakan sebuah langkah besar dan kaffah (menyeluruh) yang diambil untuk mempertahankan keimanaan. Sekaligus melindungi kaum muslimin dari gangguan kejahiliahan orang-orang kafir Quraisy yang angkuh enggan menerima dakwah Islam.

Maka, dari peristiwa ini kita dapat mengambil pelajaran dan keteladanan yang patut kita tiru. Tentang bagaimana kegigihan, kesabaran, ketaatan dan keistiqamahan Rasulullah SAW dan kaum muslimin pada saat itu untuk menjaga iman dan takwa mereka.
Keluarga, harta, popularitas, tanah kelahiran, rela mereka tinggalkan demi agama mereka.
Kita hari ini yang hidup di akhir zaman, menyaksikan banyak penyimpangan-penyimpangan di kehidupan kita. Hal ini disebabkan oleh terkontaminasinya pikiran kita, cara pandang kita dengan pemikiran-pemikiran menyimpang.
Salah satunya adalah pemikiran sekuler. Bukanlah sekuler sekadar memisahkan agama dari politik. Melainkan yang lebih parah dari itu adalah memisahkan agama dari kehidupan kita.
Sehingga tidak ada agama dalam berpolitik, tidak ada agama dalam bersosialisasi, tidak ada agama dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Agama hanya ada ketika beribadah saja.
Tiada yang mengingat Allah ketika berpolitik, tiada yang mengingat Allah ketika bersosialisasi. Tiada yang mengingat Allah ketika menjalankan kegiatan ekonomi. Allah hanya diingat dalam ibadah saja. Ini terjadi tanpa kita sadari.
“Maka tak heran lagi bahwa kezaliman, kemaksiatan kian merajalela di kehidupan kita saat ini. Sampai kapan kita menutup mata dan telinga dari hal ini?” katanya.
Karena itu, menurut beliau, umat perlu menyadari hal ini dengan baik. Perlu mengingatkan ini kepada anak-anak kita, saudara saudari kita, istri-istri kita, orang tua kita, kerabat kita, teman-teman kita untuk menjaga iman dan takwa kita, sehingga menadapatkan keridhaan Allah .
Di bagian akhir, Ustaz Rahmaddin mengajak untuk menyambut Tahun Baru Islam dengan suka cita, bukan dengan tiupan terompet atau ledakan petasan. Tapi dengan memperbanyak muhasabah diri, bertafakkur, mengevaluasi diri meningkatkan iman dan takwa kita.
“Di momen yang baik ini mari kita kembali kepada Allah. Bertaubat dengan penuh kesungguhan hati, memperbanyak amal shalih, menghidupkan sunnah-sunnah baginda Rasulullah saw,” ajak beliau.
Di antara amaliah sunnah yang dapat dilakukan di bulan Muharram adalah puasa Asyura pada 10 Muharram. Disunnahkan juga untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Puasa Tasu'a) dan sempurnakan dengan 11 Muharram sebagai pembeda dengan umat Yahudi.
Kemudian menghiasi diri dengan akhlaq yang terpuji. Memperbanyak sedekah dan melapangkan nafkah keluarga seperti memberikan rezeki atau hidangan yang lebih baik dari biasanya untuk keluarga.(*)
Tuan Guru Syekh H Ismail Royan mengucapkan terima kasih sekaligus bersyukur atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur Riau Brigjen .
Panggung SMP Babussalam Cup 1 Tahun 2023 menjadi saksi bagi bakat luar biasa generasi penerus Islam. Di antaranya bisa disaks.

