Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Kontak Kami
Jalan HR.Soebrantas No.62 Pekanbaru, Riau
(0761) 6700646
pesantrenbabussalam@gmail.com
Teks foto:
Kamis, 23 Juli 2026 | 7 Safar 1448 H | Dibaca : 7 Kali
KBM SMA Babussalam Dimulai, Ustadz Salahuddin: Harapan Kami, Setiap Santri Dapat Merasakan Hari Baru
HARI terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) santri baru SMA Babussalam Pekanbaru ditutup dengan rangkaian acara refleksi dan doa. Berharap keberkahan dan kelancaran memasuki kegiatan belajar mengajar serta keselamatan santri sepanjang tahun pelajaran.
Hari Senin, 13 Juli, sekaligus menandai resmi dimulainya perjalanan pendidikan mereka di lingkungan sekolah dan pondok pesantren yang berlandaskan nilai-nilai religius.
Ketua panitia pelaksana, Ustazah Maimurni SPd, yang juga menjabat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS tahun pelajaran 2026/2027 diselenggarakan berpedoman pada Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026.
“MPLS kali ini kami rancang agar bersifat ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta. Selain itu, penyelenggaraan kami sesuaikan dengan peraturan pondok yang sarat nilai-nilai religius. Sehingga pengenalan lingkungan sekolah tidak semata formalitas, tetapi juga pembentukan karakter,” ujarnya.
Kegiatan MPLS di SMA Babussalam menggabungkan sesi pengenalan kurikulum dan tata tertib sekolah, pembekalan kebiasaan belajar santri, serta kegiatan keagamaan dan kebersamaan.
Bentuk kegiatan seperti dialog interaktif, simulasi situasi sekolah, dan pembiasaan shalat berjamaah ditujukan untuk membangun rasa saling menghormati antarsantri dan menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Di tempat yang sama, Kepala Sekolah Ustadz Salahuddin, SAg MPd menekankan pentingnya momen MPLS sebagai langkah awal masuknya santri ke proses kegiatan belajar mengajar (KBM). “MPLS bukan hanya soal pengenalan fisik ruang dan aturan, tetapi kesempatan menanamkan nilai disiplin, kejujuran, dan kepedulian. Harapan kami, setiap santri dapat merasakan hari baru, yakni rasa aman dan nyaman saat menempuh pendidikan di sini,” tutur beliau.
Para tenaga pendidik dan pembina asrama juga terlibat aktif selama MPLS. Memberikan pendampingan personal agar transisi dari lingkungan keluarga ke asrama berjalan mulus. Salah satu wali kelas mengungkapkan kebahagiaannya melihat antusiasme dan adaptasi cepat para santri baru.
“Mereka cepat berbaur, saling membantu, dan menunjukkan rasa hormat yang baik. Tanda awal pembentukan karakter yang kami harapkan,” kata guru tersebut.(*)