Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Senin, 31 Oktober 2016 | 29 Muharram 1438 H | Dibaca : 4149 Kali
Pesantren Babussalam Bangun Tradisi Literasi dari SD hingga SMP/SMA
Penulis
Reporter
Pondok Pesantren Babussalam memulai membangun tradisi literasi secara massal. Ini tidak lain karena semua jenjang pendidikan, kecuali taman kanak-kanak (TK), yang berada di bawah Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan ini, ikut terlibat.
Jenis lombanya adalah resensi buku dan menulis cerita pendek (Cerpen) islami. Kegiatan pertama kali ini memberikan waktu kepada murid atau siswa sekitar sebulan dan berakhir pada pertengahan Oktober 2016.
Khusus untuk tingkat SMP dan SMA kegiatan ini dikelola oleh Perpustakaan Imam Syafi’i SMA Babussalam. Hasil karya terbaik untuk kategori Cerpen disatukan dalam bentuk buku dengan judul ‘’Ilham Ghirah dari Babussalam’’. Sedang untuk kategori resensi buku rencananya panitia menyajikan dalam bentuk penjilidan. Para pemenangnya juga disediakan hadiah atau penghargaan.
Sebagai langkah awal upaya ini pantas diacungi jempol. ‘’Ilham Ghirah dari Babussalam’’ berisikan 31 naskah cerita pendek (cerpen) islami yang dihasilkan para siswa-siswi SMP Babussalam dan SMA Babussalam plus tiga karya cerpen dari ustad/ustazah-nya. Itu pilihan terbaik panitia dari sebanyak 120 cerpen yang masuk karya santri SMP dan SMA. Sebuah penghargaan yang membanggakan bagi cerpenis yang karya terpilih sekaligus kenangan yang manis usai tamat nanti.
Karya-karya cerpen ini memang tidak semata berasal dari daya imajinasi para penulisnya. Cerpen-cerpen tersebut memiliki dasar yang jelas karena merujuk pada kisah-kisah para sahabat Nabi Muhammad SWA. Mereka yang tidak sekadar pengikut setia tapi juga pendukung utama risalahnya serta menjadi suri teladan bagi umat-umat berikutnya.
Di antaranya adalah istri Baginda Nabi, Siti Khadijah r.a, Aisyah r.a, Sa’ad bin Abi Waqqash, Zaid bin Tsabit sampai Hindun binti Utbah, si pamakan hati yang kemudian bertobat di jalan Allah. Juga cerita tentang tujuh pemuda dan anjingnya yang ‘’terkubur’’ di gua Washid atau Kheram selama 309 tahun (Ashabul Kahfi).
Hal itu diakui Ustad Drs H Imron Effendy Hasibuan MA selaku Direktur Pendidikan Pesantren Babussalam sekaligus Kepala SMA Babussalam. Para siswa SMP dan SMA diberikan buku rujukan tentang berbagai kisah para sahabat Rasulullah SAW. Sebelum menulis tentu saja para siswa harus membaca rujukannya yang dipilih sendiri.
Kalimat-kalimatnya tidak bisa bebas mengalir karena memang dibatasi. Bisa juga terkesan sebuah copy paste atau sebagai kegiatan rutin sekolah; meringkas. Namun apapun kelemahannya, momen ini sudah memberikan gairah pada para siswa untuk menulis. Bahkan untuk tingkat sekolah dasar karena lomba ini diperuntukkan pula bagi mereka meski tidak dibukukan.
Kehadiran buku ini mendapatkan apresiasi dari tiga tokoh di bindangnya. Yakni Prof Dr H Akhmad Mujahidin MA (dosen UIN Suska Riau), Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA (Kakanwil Kemenag Provinsi Riau), dan Dr Elmustian Rahman MA (dosen sastra FKIP Unri). Selain merespon positif dan memberi tahniah, mereka juga berharap langkah tersebut bisa memotivasi sekolah-sekolah lain guna membangun tradisi kalam/menulis di kalangan siswa.(*)