img
Agenda Kegiatan
Fans Page

Ustad Mahfuz Ihsan Ajak Umat Melakukan Tiga Model Hijrah

Dibaca: 663 kali  Jumat,22 September 2017 | 09:39:00 WIB
Ustad Mahfuz Ihsan Ajak Umat Melakukan Tiga Model Hijrah

 

Drs H Mahfuz Ihsan dipercaya memberikan tausiyah memperingati 1 Muharram 1439 H di Pesantren Babussalam. Tausiyah tersebut berlangsung di Masjid Darussalam pada Kamis, 21 September 2017, pagi.

Mengawali tausiyahnya, Ustad Mahfuz yang juga guru di SMA Babussalam mengutip Surah At-Taubah ayat 36. Surah ini menegaskan bahwasannya dalam setahun terdapat 12 bulan.

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu dan perangilah kaum musyrik itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian semuanya; dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” Demikian terjemahannya.

Namun beliau sedih karena nama-nama bulan dalam tarikh hijriah tersebut tidak familiar bagi umat Islam di Indonesia. Oleh karena itu beliau mengajak agar jamaah yang hadir maupun umat se-Nusantara mengenal serta membiasakan dengan penanggalan khusus Islam ini.

Di antaranya beliau selalu meminta para santri yang diajarnya, agar selalu membuat tanggal hijriah papan tulis/whiteboard. Secara sekilas beliau malah berharap pemerintah terlibat proses pembiasaan tahun hijriah. Misalnya secara bercanda beliau mengatakan agar pembayaran gaji berdasarkan bulan hijriah.

Tapi pada intinya, mempopulerkan penanggalan hijriah tersebut tanggung jawab umat. Dengan kata lain umat harus melakukan hijrah baik dalam bentuk fisik maupun psikis.

Dalam konteks hijrah, Ustad Mahfuz memaparkan ada tiga model hijrah. Pertama Hijrah Insaniyah yakni setiap pribadi berubah menjadi lebih baik. Dari tabiat buruk menjadi baik. Dari malas menjadi rajin.

Kedua Hijrah Tsaqafiyah. Ini berarti hijrah dalam konteks budaya. Umat jangan berbuat menurut atau meniru adat kaum di luar Islam. Seperti sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallamBarangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR Abu Dawud, hasan)

Ketiga adalah Hijrah Islamiyah. Yakni mengamalkan ajaran agama dengan benar seperti solat dengan tuma’ninah. Artinya bersikap dengan tenang sebagai syarat untuk mencapai kekhusyukan.(*)

Tulis Komentar
Berita Terkait
  • Rabu,04 Januari 2017 - 03:17:00 WIB

    karateka sd babussalam raih dua emas, dua perak

    karateka sd babussalam raih dua emas, dua perak Empat karateka cilik dari SD Babussalam mendulang prestasi hebat di ajang Riau Open Championship (ROC) 2016. Kejuaraan terbuka perdana dan paling bergengsi di Riau tersebut, berlangsung dari 21-23 D
  • Minggu,31 Mei 2015 - 12:24:00 WIB

    102 murid kelas v sd babussalam ikuti khatam alquran

    102 murid kelas v sd babussalam ikuti khatam alquran Sebanyak 102 murid kelas V SD Babussalam mengikuti dengan khidmat Khatam Alquran Angkatan 16, Sabtu, 30 Mei 2015 sejak pagi hingga siang. Prosesi dimulai dengan pawai yang diiringi drumband dan hias
  • Selasa,07 April 2015 - 02:28:00 WIB

    siswa smp gotong royong pindahkan tanah hitam

    siswa smp gotong royong pindahkan tanah hitam Kerja sama, gotong royong, tolong menolong atau apapun namanya untuk kebaikan menjadi hal yang lumrah di keseharian pondok pesantren. Itu hal yang positif untuk dibina sejak dini. Sisi lainnya tentu
  • Senin,23 Mei 2016 - 04:57:00 WIB

    kupu sb brunei kunjungi pesantren babussalam, beri bantuan anak yatim

    kupu sb brunei kunjungi pesantren babussalam, beri bantuan anak yatim Pesantren Babussalam mendapat kunjungan dari Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan (KUPU SB) Brunei Darussalam, Jumat, 20 Mei 2016. Kunjungan dari 14 anggotarombogan tersebut dipimpin Dr Ham