img
Agenda Kegiatan
Fans Page

Dari Lawang Park Yang Eksotis, Ke Lobang Jepang Nan Menantang Nyali

Dibaca: 79 kali  Kamis,18 Juni 2020 | 09:18:00 WIB
Dari Lawang Park Yang Eksotis, Ke Lobang Jepang Nan Menantang Nyali
Hari kedua ziarah, studi dan wisata sebelum PSBB itu, rombongan santri Kelas VII SMP Babussalam masih berada di Kabupaten Agam dan Bukittinggi.

Usai sarapan pagi, roda-roda bus yang membawa mereka mengarah ke satu destinasi eksotis alami. Puncak Lawang ataupun disebut juga Lawang Adventure Park yang terletak di Kabupaten Agam.

Lawang Park merupakan taman wisata dataran tinggi. Tempat wisata ini bisa menjadi salah satu list liburan untuk menikmati alam. Disuguhkan dengan Danau Maninjau dapat melengkapi kesan keindahan liburan di Sumatera Barat.

Tempat wisata di pegunungan ini jauh dari permukiman penduduk tetapi keindahannya bisa mengobati kelelahan. Danau Maninjau, dengan luas mencapai 100 km2, merupakan danau terbesar kedua di Sumatera Barat. Danau ini terbentuk sebagai akibat dari letusan gunung berapi puluhan ribu tahun yang lalu.

Danau Maninjau memiliki pemandangan yang sangat indah. Dengan air yang bening bak cermin, bentang dataran yang hijau serta dikelilingi oleh bukit terjal menjadikan danau ini sebagai objek wisata yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun asing. Sudah pasti ada banyak spot yang menarik.

puncak-lawang1-ok

Setelah santap siang, rombongan santri Babussalam kembali menuju Kota Bukittinggi. Kali ini Panorama Ngarai Sianok dan Lobang Jepang menjadi pilihan untuk mereka singgahi. Kedua spot wisata ini terletak di pinggir jalan raya.

di-panorama-ok

lobang-jepang-ok

Sejarah Lobang Jepang

Pintu masuk Lobang Jepang terdapat di Taman Panorama Ngarai Sianok, destinasi wisata populer di Bukittinggi. Lokasinya tak jauh dari ikon wisata Kota Bukittinggi, Jam Gadang. Kira-kira berjalan 15 menit dari Jam Gadang, kita sudah sampai di pintu masuk Taman Panorama Ngarai Sianok.

pintu-masuk-ok

Dari pintu masuk Taman Panorama, mudah sekali menemukan Lobang Jepang. Selain dekat, ada patung tentara Jepang, yang seolah sebagai penanda lokasi Lobang Jepang.

denah-ok

Begitu masuk Lobang Jepang, pengunjung akan menuruni 132 anak tangga untuk mencapai dasar yang kedalamnya sekitar 50 meter. Diameter terowongan sekitar dua meter, sehingga pengunjung dengan mudah bisa berjalan menelusuri lorong demi lorong. Beberapa lampu yang dipasang, meski tidak terang benderang, cukup untuk menerangi jalan yang dilalui pengunjung. Di dalam lorong terasa dingin.

tangga-masuk-ok

Sejarah Kota Bukittinggi di masa lalu, memang tidak bisa dilepaskan dari masa pendudukan Jepang, tahun 1942-1945. Oleh pemerintah Negeri Sakura, kala itu Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pertahanan militer untuk kawasan Sumatera, bahkan sampai Singapura dan Thailand. Di Bukittinggi berkedudukan komando militer ke-25 Jepang yang dipimpin Letjen Moritake Tanabe.

Keberadaan Lobang Jepang dimaksudkan sebagai bunker atau terowongan untuk pertahanan militer Jepang. Bunker ini dibangun selama periode 1942-1945 oleh ribuan pekerja paksa (romusha) yang didatangkan dari Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Lobang Jepang ini merupakan satu dari tiga terowongan yang dibuat selama penjajahan Jepang. Dua lainnya ada di Bandung (Jabar) dan Biak (Papua).

Lobang ini disebut-sebut sebagai terowongan terpanjang di Asia dengan total panjang hingga 8 km. Namun yang dijelajahi wisatawan hanya sekitar 1,5 km. Di dalamnya terdapat sekitar 21 lorong dengan berbagai fungsi, seperti ruang amunisi, ruang pertemuan, lubang pelarian, lubang mata-mata hingga penjara. Jadi lebih tepat disebut sebagai bungker militer Jepang.

Terowongan di Lobang Jepang memang sudah diperluas oleh Pemda setempat. Beberapa ruangan yang dahulu menjadi tempat amunisi sudah diberi papan penanda hingga terali untuk mencegah vandalisme. Sebagian dinding juga sudah dilapisi semen.

Tepat di samping ruang penjara, terdapat satu ruang kecil yang menjadi ruang dapur. Walau disebut dapur, ruang ini menjadi salah satu bagian paling kelam di Lobang Jepang.Di sini terdapat 2 lubang kecil. Di bagian atas fungsinya untuk pengintaian. Dan di bagian bawah untuk membuang mayat romusha (pekerja paksa) yang ujungnya ke jurang/ngarai yang di bawahnya terdapat sungai.

Lobang Jepang ini juga terhubung ke beberapa titik strategis di Bukittinggi. Sebut saja Jam Gadang Bukittinggi dan Istana Bung Hatta. Beberapa ujungnya juga mengarah ke tepi jalan menurun lumayan tajam yang menuju ke lembah Ngarai Sianok.

Kabarnya Lobang Jepang tersebut terbukti kuat. Saat terjadi gempa beberapa waktu lalu hanya lapisan semen yang rontok, sedangkan kontur dindingnya tetap utuh. Di dalam terowongan juga dipasang alat pendeteksi guncangan. Misalnya ketika terjadi gempa maka alatnya mengeluarkan sinyal sehingga pengunjung harus dievakuasi.

pintu-keluar-ok(*)
Tulis Komentar
Berita Terkait