Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Rabu, 26 Januari 2022 | 22 Jumadil Akhir 1443 H | Dibaca : 1719 Kali
Pak Saleh Mengenang Awal Kedekatan dengan Tuan Guru dan Danrem Brigjen TNI M Syech Ismed
Penulis
Reporter
Pak H Saleh Djasit, salah satu tokoh Riau, mengenang awal kedekatan beliau dengan Tuan Guru Syekh H Ismail Royan dan Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan.
Tuan Guru sekarang sebagai Pimpinan Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru. Sedang Brigjen TNI M Syech Ismed merupakan Danrem 031/Wirabima.
Hal itu disampaikan Gubernur Riau periode 1998-2003 tersebut dalam sambutannya pada acara Kunjungan Silaturrahim dan Kuliah Umum Danrem 031/Wirabima di Gedung Serbaguna Haji Ahmad Royan, Kompleks Pesantren Babussalam, Pekanbaru, Jumat, 14 Januari 2022,
Pak Saleh mengaku merasa dekat dengan keluarga besar Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan karena ayah beliau merupakan sahabat dari pendiri yayasan tersebut, yakni H Ahmad Royan. Apalagi ayah beliau juga menjadi jamaah Thariqat Naqsabandiyah yang ada di Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan.
''Saya merasa dekat karena ayah saya dulu menjadi jamaah thariqat Naqsabandiyah di sini, yang sangat tekun. Bersuluk 10 hari, 40 hari. Saya yang mengantarkan makanannya ke madrasah (cikal bakal Ponpes Babussalam),'' ujar Pak Saleh, begitu beliau biasa dipanggil.
''Di rumah saya, ayah itu fotonya bersorban,'' kenang Pak Saleh lagi.
Berikutnya, Pak Saleh juga mengenang kedekatannya dengan Pak Ismed Harunsyah, orang tua dari Danrem Brigjen M Syech Ismed.
''Jadi kalau sudah ketemu beliau ini, bayangan saya tu ingat ayahnya,'' kenang Pak Saleh.
Di masa hidupnya, Pak Ismed Harunsyah pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Riau 1992-1995. Di antaranya kenangan itu, cerita Pak Saleh, adalah Pak Ismed Harunsyah yang suka bercerita dan tawanya yang khas. Momen itu di antaranya saat mereka berkumpul di kediaman Gubri Imam Munandar pada waktu itu.
''Kalau sudah kumpul, beliau kuasailah forum itu. Dengan ceritanya, dengan tawanya,'' kenang Pak Saleh lagi.
Pak Saleh dan Pak Ismed bisa dibilang satu angkatan tapi beda ladang pengabdian. Pak Saleh ketika itu menjadi Bupati Kampar (periode 1986-1991 dan 1991-1996). Sedang Pak Ismed jadi politisi Golkar dan pimpinan DPRD Riau.
Saat memberi sambutan itu, Pak Saleh sempat tertawa lepas yang juga disambut tawa hadirin.
Ketika itu beliau menyebut dengan menggabungkan nama Tuan Guru dengan nama Danrem. ''Yang kita banggakan Bapak Brigadir Jenderal TNI Mumamad Syech Ismail. Ee.. Ismed...,'' ujar beliau sambil tertawa bersama hadirin.
''Nih karena dekat-dekat namanya. Inilah kalau sudah umur 79 tahun..., kita sambil berjalan rasanya sudah diangkat kaki ni, tapi tesepak juga lantai tu,'' komen beliau lagi.
Di sisi lain, tak lupa pula Pak Saleh mendoakan yang terbaik bagi Danrem. ''Pak Syech kita doakan bintangnya tambah lagi. Jabatannya tambah lagi. Memberi manfaat sebesar-besarnya untuk Riau, bangsa dan negara ini,'' harap beliau.(*)