Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Kontak Kami
Jalan HR.Soebrantas No.62 Pekanbaru, Riau
(0761) 6700646
pesantrenbabussalam@gmail.com
Teks foto: Buya Prof Dr Kh Amiruddin MS MA MBA PhD
Jumat, 18 September 2026 | 5 Rabiul Akhir 1448 H | Dibaca : 3 Kali
Buya Prof Amiruddin Motivasi Santri Babussalam agar Menjadi Pemimpin
DAI kondang asal Sumatera Utara Buya Prof Dr Kh Amiruddin MS MA MBA PhD memotivasi para santri Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru agar berani bercita-cita menjadi pemimpin. Salah satunya menjadikan Nabi Muhammad sebagai role model atau figur teladan.
"Jadilah pemimpin, dunia menanti kalian," ujar Buya Amiruddin dalam ceramahnya.
Beliau punya keyakinan bahwa pemimpin itu harus memiliki akhlak mulia, ilmu agama dan ilmu dunia. Saat ini yang terjadi hanya berbekal ilmu dunia.
Hal itu disampaikan ketika beliau menjadi penceramah dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Serbaguna Haji Ahmad Royan, kompleks Ponpes Babussalam pada Kamis, 28 Rabi'ul Awal atau 10 September 2026, malam.
Turut hadir Pimpinan Ponpes Babussalam Tuan Guru Syekh H Ismail Royan beserta Umi Hj Yuyun Suhaira, para kepala sekolah, majelis guru dan para santri.
Untuk itu beliau meminta para santri menjadikan Rasulullah SAW sebagai contoh terbaik. Di antaranya bahwa beliau selalu solat berjemaah di masjid. Kemudian juga mampu memimpin diri sendiri dan umat, bersikap disiplin dan jujur sebagai modal Utama.
Lalu Buya Amiruddin yang juga sahabat lama Tuan Guru, mengacu pada sifat wajib Nabi Muhammad.
Shiddiq: Artinya benar atau jujur. Setiap perkataan dan perbuatan para rasul selalu sesuai dengan kebenaran dan wahyu dari Allah SWT.
Amanah: Artinya dapat dipercaya. Para rasul selalu menjalankan setiap tugas dan amanah yang diberikan oleh Allah SWT tanpa berkhianat.
Tabligh: Artinya menyampaikan. Para rasul wajib menyampaikan segala ajaran, wahyu, dan perintah Allah SWT kepada umat manusia.
Fathanah: Artinya cerdas atau memiliki kecerdasan yang tinggi. Para rasul dibekali akal dan kebijaksanaan paripurna untuk membimbing umat serta menghadapi berbagai tantangan dakwah.
"Jadikan sifat Nabi yang kami sebut FAST (Fathanah, Amanah, Shiddiq dan Tabligh) itu, sebagai contoh teladan," tegas beliau.
Pada bagian lain, Buya Amiruddin juga menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan manusia paling mulia akhlaknya. Karena itu para santri selalu berupaya untuk membersihkan hati. Satu di antaranya dengan selalu berzikir.
"Zikir merupakan kegiatan mengingat Allah SWT dengan lisan, hati, atau perbuatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, sekaligus menghadirkan rasa cinta kepada Rasul," ungkap Buya.
Dilanjutkan beliau, karena pemimpin itu juga makhluk Allah SWT maka jangan meninggalkan amal ibadah dan amal soleh yang diperintah Allah.
Dijelaskan bahwa amal ibadah adalah segala bentuk perbuatan atau aktivitas manusia yang diniatkan dengan tulus ikhlas karena Allah SWT dan dilakukan sesuai dengan ajaran Islam. Contohnya solat, membaca Al-Qur'an, puasa, zikir dan lainnya.
Sementara amal soleh merupakan segala bentuk perbuatan baik yang dilakukan secara sengaja, bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, serta sesuai dengan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur'an dan as-Sunnah. Contohnya suka menolong atau peduli pada sesame, bersedekah dan lainnya.
"Amal ibadah muncul karena kita punya ilmu. Amal soleh muncul karena kita keimanan dan kepedulian," lanjut Buya Amiruddin.(*)