img
Agenda Kegiatan
Fans Page

''Ustadz Akhir Zaman'' Taushiyah di Depan Ratusan Anggota Majelis Ta'lim Pesantren Babussalam

Dibaca: 542 kali  Kamis,30 Januari 2020 | 11:24:00 WIB
''Ustadz Akhir Zaman'' Taushiyah di Depan Ratusan Anggota Majelis Ta'lim Pesantren Babussalam
Ustadz H Zulkifli Muhammad Ali LC, MA memberikan taushiyah di hadapan sekitar 500 orang jamaah Majelis Ta'lim Ibu-ibu Pondok Pesantren Babussalam. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 25 Januari 2020 bersamaan dengan 29 Jumadil Awal 1441 H di Gedung Serbaguna Haji Ahmad Royan.

Kedatangan Ustadz yang masyhur dengan sebutan "Ustadz Akhir Zaman" ini diprakarsai Pimpinan Majelis Ta'lim Hj Thalha Royan dan Hj Mahyani Royan. Agenda tersebut juga mendapat sokongan dan apresiasi dari Tuan Guru Syekh Haji Ismail Royan selaku Pimpinan Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan.

Dalam kata sambutannya Tuan Guru Syekh Haji Ismail Royan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ustadz H Zulkifli Muhammad di Pesantren Babussalam. Tuan Guru yang juga Pimpinan Jamaah Tariqat Naqsyabandiyah Wilayah Riau ini mengakui, sering menyimak ceramah sang ustadz melalui kanal YouTube.

"Karena sebenarnya, saya memang sering mengunggah YouTube Ustadz terutama tentang ilmu yang berkaitan dengan hari kiamat. Jadi saya sekarang mohon izin mudah-mudahan menjadi ilmu yang berkah," ungkap beliau.

Ustadz H Zulkifli menyampaikan bahwa kalau merujuk kepada berbagai hadits yang membicarakan hari kiamat dan berdasarkan fakta-fakta di lapangan, maka diyakini bahwa peristiwa kiamat memang sudah dekat. Menurut beliau, tanda-tanda kecil hari kiamat memang sudah banyak terjadi. Di antaranya, ungkap alumni Universitas Al Azhar dan Universitas Tripoli ini, apabila bangsa yang miskin penggembala tak bersandal, dada terbuka karena tak mampu beli baju, yaitu bangsa Arab, berlomba-lomba membangun gedung-gedung pencakar langit.

Kemudian mengeringnya Sungai Eufrat sehingga muncul gunung emas yang diperebutkan oleh bangsa-bangsa dunia. Dimana dari setiap 100 orang yang memperebutkan akan mati terbunuh 99 orang dan hanya seorang saja yang dapat bertahan hidup.

Disampaikan juga, bahwa Sungai Eufrat memanjang 2.800 km dari hulunya di Turki, mengalir ke Siria, tengahnya di Irak dan hilirnya di Iran. Ini merupakan sungai terpanjang di Asia Barat. Sungai Eufrat dan Sungai Tigris merupakan dua bengawan yang menyebabkan daerah di tepiannya disebut Mesopotamia, negeri di antara dua sungai. Kedua sungai ini bertemu di Al-Qurnah yang mengalir melalui Iran dan bermuara di Teluk Persia.

Jadi sungai yang hulunya dari mata air di Anatolia (Turki), adalah bermuara di Teluk Persia. Dalam sejarah manusia Sungai Eufrat merupakan jalan lalu lintas air yang dilalui ribuan kapal kecil dan besar termasuk pada masa kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.

ustad-zul2-ok

Ket Foto 2: Dari kanan Ustadz Dr H Aprijon Effendi MA, Tuan Guru Syekh H Ismail Royan, Ustadz H Zulkifli Muhammad Ali Lc MA, Buya H Ahmad Roni, Ustadz Drs H Imran Effendy Hasibuan MA.

Namun suatu pernyataan yang pasti mengejutkan orang-orang tidak beriman. Nabi Muhammad Saw bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sampai Sungai Eufrat mengering sehingga muncul pegunungan emas, dimana banyak orang yang berada di sana berjuang berebut emas tersebut, hingga kemudian mereka saling membunuh. Sembilan puluh sembilan dari setiap seratus orang terbunuh dan hanya seorang yang hidup. Namun setiap orang berkata, 'Mudah-mudahan akulah yang satu orang itu".

Kabar akan mengeringnya Sungai Eufrat disampaikan oleh Rasulullah Saw 15 abad lalu di saat manusia menyaksikan kedalaman airnya yang menjadi tempat lalu lalang kapal-kapal besar dan tanker. Akhirnya jadi kenyataan bahwa sungai yang kedalamnya pada masa Nabi Muhammad Saw lebih 200 meter, kini sudah membenarkan sabda Nabi SAW karena sudah mengering dan menjadi fakta data salah satu tanda-tanda akan terjadinya hari kiamat.

Menurut Ustadz H Zulkifli, banyak tanda-tanda kecil menunjukkan dekat akan terjadinya kiamat. Namun tanda-tanda kecil akan diiringi tanda-tanda besar, dan tanda besar yang pertama adalah terjadi dukhan. Yaitu asap tebal sekali berlangsung selama 40 hari sebagai akibat dari jatuhnya meteor dari langit ke Bumi.(*)
Tulis Komentar
Berita Terkait