img
Agenda Kegiatan
Fans Page

Selain Cepat Paham, Santri Membaca Al-Qur'an dengan Irama Rost

Usai Pelatihan, Kini Guru SD Babussalam Ajarkan Metode Tilawati

Dibaca: 92 kali  Jumat,12 November 2021 | 08:20:00 WIB
Usai Pelatihan, Kini Guru SD Babussalam Ajarkan Metode Tilawati
Guru-guru SD Pondok Pesantren Babussalam mengikuti pelatihan belajar membaca Al-Qur'an dengan Metode Tilawati.

Pelatihan digelar selama tiga hari secara tatap muka dan tiga kali via daring. Pelatihan dilakukan pada awal tahun ajaran baru Juli 2021.

Demikian disampaikan Kepala SD Babussalam Ustazah Hj Yanti Elvina MPd.

"Dengan adanya irama ini membuat anak-anak lebih senang dan tertarik. Maka kami saat ini beralih mengajarkan membaca Al-Qur'an dengan metode tilawati," jelas Ustazah Yanti.

"Anak-anak cepat bisa baca Qur'an dan bisa membaca dengan berirama pula," ungkap kepala sekolah bangga.

metode-tilawati2-ok

Menurut beliau, Metode Tilawati adalah salah satu metode belajar membaca Al-Qur'an dengan mudah dan menyenangkan. Sebelumnya di SD Babussalam memakai Metode Iqro'.

Dalam Metode Tilawati ini para santri belajar membaca Al-Qur'an langsung dengan menggunakan irama rost. Pada metode sebelumnya tidak ada irama.

Mentornya berasal dari instruktur pusat, tepatnya dari Surabaya. Mereka sudah berkompeten.

Dalam pembelajaran Metode Tilawati ini menggunakan buku jilid 1-6 beserta menggunakan alat peraga.

"Target kita seluruh guru dan siswa bisa membaca Qur'an dengan irama rost," tambah kepala sekolah optimistis.

metode-tilawati1-ok

Adapun tahapan dalam pembelajaran Metode Tilawati adalah dimulai dengan membaca doa sebelum belajar (menggunakan irama rost).

Langkah-langkahnya seperti guru membaca, santri menyimak. Guru membaca santri mengikuti. Lalu guru membaca bersama santri. Ada pula saat santri membaca simak yaitu ketika salah seorang santri membaca maka yang lain menyimak.

Dan santri berikutnya akan menyambung bacaan yang sudah dibaca oleh temannya. Sebaris demi sebaris sampai target membaca 4 halaman sekali pertemuan tercapai/selesai.

Dijelaskan Ustazah Yanti lagi, metode belajar seperti itu membuat anak serius dan konsentrasi. Dan kelas pun terkendali.

Setelah membaca doa dan sebelum belajar dimulai, santri membaca Mars Tilawati untuk menambah semangat dan antusias dalam belajar baca Qur'an.(*)
Tulis Komentar
Berita Terkait
  • Selasa,22 Januari 2019 - 09:35:00 WIB

    sempatkan keliling, kh sobri lubis antusias lihat arena berkuda

     sempatkan keliling, kh sobri lubis antusias lihat arena berkuda Usai dijamu dan silaturrahim di Gedung Serbaguna Haji Ahmad Royan, KH Sobri Lubis berkesempatan berkeliling ke lingkungan Ponpes Babussalam. Satu di antara titik yang dituju adalah arena pengenalan d
  • Sabtu,30 Juni 2018 - 01:33:00 WIB

    momen reuni teman lama dalam suasana penuh berkah

    momen reuni teman lama dalam suasana penuh berkah Acara Buka puasa  bersama di Pesantren Babussalam juga menjadi wadah reuni sekaligus memperkuat ukhwah islamiyah dengan sahabat lama. Ini tidak lain karena Tuan Guru Syekh H Ismail Royan sela
  • Kamis,04 Februari 2021 - 08:12:00 WIB

    tuan guru: alhamdulillah, air krannya masih mengalir

    tuan guru: alhamdulillah, air krannya masih mengalir Masih ada yang diperhatikan Tuan Guru Syekh Haji Ismail Royan. Kali ini Pos Keamanan Pesantren yang terletak di dekat pintu masuk. Kebetulan pos tersebut sedang dalam rehab bagian atap. Selain itu ju
  • Kamis,19 Maret 2015 - 07:53:00 WIB

    aimann wakili tampan di cabang karate o2sn pekanbaru 2015

    aimann wakili tampan di cabang karate o2sn pekanbaru 2015 Murid kelas 3 SD Babussalam, Muhammad Fatih Aimann mewakili Kecamatan Tampan pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kota Pekanbaru 2015 untuk cabang olahraga karate. Kepastian itu setelah Aim