Apresiasi pantas diberikan kepada peserta Wisuda Tahfizul Qur'an SMP Babussalam Pekanbaru Tahun Pelajaran 2023/2024. Sebab ju.
PELAKSANAAN ibadah Solat Idul Adha 10 Zulhijjah 1447 H di Masjid Darussalam, kompleks Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru, berlangsung khidmat.
Tuan Guru Syekh H Ismail Royan beserta Umi Hj Yuyun Suhaira menjadi jemaah Solat Idul Adha ini. Juga sejumlah keluarga besar dan masyarakat sekitar.
Seperti biasanya, jemaah Solat Idul Adha lebih ramai. Jemaah tak hanya memadati dalam masjid tapi juga di bagian teras dan halaman masjid. Ini kebalikan dibanding Solat Idul Fitri.
Bertugas sebagai Khatib pada hari besar Islam yang bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026 itu, Ustaz Muhammad Maksum Lc. Tamatan Universitas Washatiyah, Yaman ini, mengangkat khutbah berjudul "Mewujudkan Iman dan Taqwa dalam Idul Adha".

Berikut kutipan isi khutbah tersebut:
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Setelah kita melaksanakan puasa Tarwiyyah dan Arofah, kini telah sampailah kita pada hari Nahr. Yakni hari raya Idul Adha, yang mana pada hari ini kita dianjurkan untuk menunaikan Solat ‘Id dan menyembelih hewan kurban.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
"Fasholli lirobbika wanhar". Maka dirikanlah solat (hari raya) karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.(QS Al-Kautsar ayat 2).
Kata Nahr ditafsirkan para ulama sebagai menyembelih hewan kurban setelah Solat Idul Adha.
"Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah dari mengalirkan darah (berkurban). Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduknya, bulunya, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah itu akan sampai kepada Allah di suatu tempat sebelum ia jatuh ke tanah. Maka lapangkanlah hatimu dengannya."(HR. At Tirmidzi)
Ma’asyiral muslimin rahimakumulla. Dari hadits tersebut dapat difahami beberapa hal yaitu:
1. Amalan yang paling dicintai Allah di hari Nahr adalah menyembelih hewan qurban.
2. Hewan qurban yang telah disembelih, kelak akan dihidupkan kembali di hari kiyamat dalam keadaan sempurna (lengkap dengan tanduk, bulu, kukunya) yang semua itu menjadi saksi dan menambah pahala orang yang kurban.
3. Maksud dari perkataan “darahnya sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah" adalah: Allah menerima amalan tersebut, jika didasari keikhlasan, dan mengharap ridho Allah. Karena yang dinilai oleh Allah adalah kadar ketaqwaannya.
Sesuai dalam firman-Nya QS. Al-Hajj ayat 37:
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

Ayat ini turun untuk meluruskan kebiasaan orang Arab Jahiliyah. Dulu mereka menyiram darah hewan kurban ke Ka’bah dan mengira Allah butuh itu.
Allah jelaskan: yang sampai ke Allah bukan daging dan darahnya, tapi niat ikhlas dan takwa di balik kurban itu. Oleh karena itu berkurbanlah dengan hati yang rela, gembira, dan yakin pahalanya besar.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, hari raya Qurban merupakan bagian dari syiar agama Islam yang wajib kita agungkan.
Allah ta’ala berfirman: Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati." (QS. Al-Hajj ayat 32)
Hari raya qurban mengingatkan kita terhdap kisah keteladanan Nabi Ibrahim dan putranya yang bernama Nabi Ismail yang kisahnya diabadikan dalam Al Quran, Allah ta’ala berfirman:
"Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup bekerja bersamanya, Ibrahim berkata: 'Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!' Ia menjawab: 'Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.'" (QS. Ash-Shaffat ayat 102)
Ayat tersebut menggambarkan betapa beratnya ujian yang dialami Nabi Ibrahim dan putranya, yang mana Nabi Ibrahim lama tidak dikaruniai anak, begitu lahir bayi lelaki dan tumbuh besar, kecintaan Nabi Ibrahim terhadap anaknya diuji oleh Allah yakni diperintah untuk menyembelihnya, dan begitu pula ujian berat bagi Nabi Ismail yang lama berpisah dengan ayahnya, begitu bertemu turun perintah untuk disembelih.
Namun karena keduanya merupakan manusia pilihan, beliau berdua merelakan mengorbankan kecintaan terhadap dirinya dan keluarganya demi memenuhi perintah Tuhannya. Tatkala Nabi Ismail dimintai pendapat oleh ayahnya dalam ranfka untuk mengetahui kekuatan imannya; tentang penyembelihan dirinya, beliau menjawab 'Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
Jawaban ini membuat Nabi Ibrahim bahagia karena telah dikarunia anak sholeh sesuai yang diminta dalam doanya, tatkala Nabi Ibrahim lama tidak dikaruniai anak beliau sering berdoa dengan doa: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang yang saleh."
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Jawaban Nabi Ismail yang disertai menunjukkan keyakinan bahwa segala sesuatu bergantung kehendak Allah. Apapun yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apapun yang tidak Allah kehendaki tidak akan mungkin terjadi. Termasuk proses di saat Nabi Ibrahim berupaya menyembelih Nabi Ismail. Berulang kali Nabi Ibrahim menggerakkan pisau pada leher Nabi Ismail, namun leher Nabi Ismail tidak tergores sama sekali.
Itu menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim tidak mampu mewujudkan sesuatu yang diinginkan (memotong leher Nabi Ismail), dikarenakan Allah tidak menghendakinya. Setelah Nabi Ibrahim benar-benar telah berusaha menjalani perintah Allah, datanglah Malaikat Jibril atas perintah dari Allah dengan membawa seekor domba besar untuk disembelih sebagai gantinya Nabi Ismail.
Malaikat Jibril melihat kagum akan kesungguhan Nabi Ibrahim. Dia pun berucap Allahuakbar sebanyak 3x. Nabi Ibrahim menjawabnya dengan bacaan Laailahaillallah wallaahuakbar.
Dan Nabi Ismail menjawab dengan bacaan Allahuakbar walillaahilham. Sehingga rangkaian kalimat tersebut menjadi bacaan takbir tatkala hari raya.
Dari peristiwa itu kita belajar bahwa iman bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi dibuktikan dengan pengorbanan dan kepatuhan kepada Allah.
Tidak sedikit manusia yang mudah mengucapkan cinta kepada Allah, namun berat meninggalkan maksiat, berat berbagi kepada sesama, dan berat mengutamakan perintah agama di atas kepentingan pribadi.
Karena itu, mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk memperbaiki diri:
Mengorbankan sifat egois menjadi kepedulian.
Mengorbankan kesombongan menjadi kerendahan hati. Mengorbankan kemalasan menjadi semangat ibadah. Mengorbankan cinta dunia yang berlebihan demi meraih ridha Allah.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Di tengah kehidupan yang penuh ujian ini, umat Islam juga diajarkan untuk memperkuat persaudaraan, membantu fakir miskin, dan memperhatikan sesama.
Daging kurban dibagikan agar kebahagiaan dapat dirasakan bersama, sehingga tidak ada yang merasa sendiri dan kekurangan pada hari raya ini.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita, kurban kita, sedekah kita, serta menjadikan kita hamba-hamba yang bertakwa.(*)
Apresiasi pantas diberikan kepada peserta Wisuda Tahfizul Qur'an SMP Babussalam Pekanbaru Tahun Pelajaran 2023/2024. Sebab ju.
Lebih dari 200 alumni menghadiri Silaturahmi Akbar dan Musyawarah Besar II IKA Ponpes Babussalam. Kegiatan itu dibuka Tuan Gu.

