Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Kamis, 07 Desember 2017 | 18 Rabiul Awwal 1439 H | Dibaca : 2333 Kali
Lepas 8 Calon Jamaah Umroh, Tuan Guru Sampaikan Beberapa Pesan
Penulis
Reporter
Keluarga besar Pondok Pesantren Babussalam kembali melepas delapan calon jamaah umrah ke Tanah Suci Mekkah. Untuk 2017 ini mereka yang pergi umrah adalah Khalifah Yunan Helmi, Karim Saifullah, Slamet Riyadi, Yoshendri, Kadi bin Soimin, Mutia Sahira, Beni Safrika Hayati, dan Zulianti binti Kadi.
Walimatus safar tersebut berlangsung Selasa, 5 Desember 2017 / 16 Rabiul Awal 1439 H di Gedung Serbaguna Haji Ahmad Royan, kompleks Pesantren Babussalam. Dimulai dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh H Muhammad Zulhendri Lc, acara berlanjut dengan pengantar dari Tuan Guru Syekh H Ismail Royan.
Pada kesempatan itu, Tuan Guru mengucap syukur Alhamdulillah karena program ini bisa terus berlanjut tiap tahun. Beliau berharap pada akhirnya guru, karyawan pesantren dan Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan bisa diberangkatkan umrah semuanya secara bertahap.
Tuan Guru juga menukilkan kisah Nabi Musa dan Harun sebagai pelajar i’tibar (pelajaran) untuk yang berangkat ataupun bagi yang tinggal. Ketika Nabi Musa bermunajat ke Bukit Tursina, beliau menitipkan umatnya sang kakak, yakni nabi Harun.
Namun begitu kembali ke umatnya, Nabi Musa terkejut karena umatnya kembali murtad. Nabi Musa pun mengadu kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dalam dialog itu, cerita Tuan Guru, justru Allah Subhanahu Wa Ta'ala bertanya kepada siapa Nabi Musa menitipkan umatnya.
Ini menjadi pelajaran. Menurut Tuan Guru, pelajarannya adalah tidak bisa semata-mata meminta kepada sesama makhluk. Tapi utamakanlah meminta kepada Sang Khalik, yakni Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
“Maka jangan lupa mau pergi umroh juga memohon pertolongan pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Minta agar dipelihara keluarga yang tinggal dan selamat kembali pulang. Pergi ke tempat lain juga begitu. Mintalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” ungkap Tuan Guru.
Pesan kedua Tuan Guru adalah agar ketika sampai di Mekah ataupun Madinah, lakukan terlebih dahulu apa yang menjadi tujuan. Yakni beribadah. Sampai di Mekah misalnya, lakukanlah tawaf, solat dan ibadah lain. Jika di Madinah tentu ke Masjid Nabawi dan ke makam Nabi.
“Jangan dahulukan ke tempat lain seperti berbelanja atau jalan-jalan. Itu bisa melalaikan kita dari tujuan utama yaitu beribadah. Karena akan banyak godaan di sana,” saran Tuan Guru lagi.
Di bagian akhir, tak lupa Tuan Guru mendoakan pula agar calon jamaah lancar dan khusyuk melaksanakan ibadah umrah. Semoga ibadahnya mabrur. Tuan Guru juga meminta jamaah untuk mendoakan yang tinggal, doakan pesantren dan semakin istiqomah dalam menjalankan tugas.
Di bagian akhir, walimatus safar itu ditutup dengan tepuk tapung tawar, pemberian bingkisan kepada calon jamaah dan pemberian kopiah khas Babusssalam kepada calon jamaah laki-laki.(*)
Ket Foto: Tuan Guru Syekh H Ismail Royan melakukan prosesi tepuk tepung tawar kepada jamaah calon umrah.