img
Agenda Kegiatan
Fans Page

Keluarga Besar Pondok Pesantren Babussalam Turut Berduka Atas Wafatnya Dr KH Syukri Dzarkasyi MA

Dibaca: 175 kali  Selasa,27 Oktober 2020 | 03:15:00 WIB
Keluarga Besar Pondok Pesantren Babussalam Turut Berduka Atas Wafatnya Dr KH Syukri Dzarkasyi MA
Keluarga besar Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru turut mengucapkan duka mendalam atas berpulangnya Dr KH Abdullah Syukri Dzarkasyi MA, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Beliau wafat pada Rabu 21 Oktober 2020, pukul 15.50 WIB di kediamannya di Gontor karena sakit.

''Kita juga merasakan duka yang mendalam. Beliau orang yang baik, santun, baik dengan semua kalangan dan memiliki ilmu yang luas,'' kenang Tuan Guru Syekh H Ismail Royan, Pimpinan Ponpes Babussalam.

Dijelaskan Tuan Guru, beliau sudah beberapa kali jumpa dan bersilaturrahim dengan KH Syukri Dzarkasyi. Baik di Gontor maupun di Pekanbaru. Ketika bersilaturrahim ke Ponpes Gontor, kenang Tuan Guru, selain disambut dengan sangat ramah juga dibawa berkeliling dan memperlihatkan banyak bagian dari pondok modern ternama tersebut.

ucapan-duka-dr-bbs-ok

Menurut Tuan Guru, kunjungan perdana tersebut selain memberi kesan yang sangat baik, juga akhirnya melahirkan silaturrahim yang sangat mendalam. Sebab dari kunjungan tersebut menjadi titik awal terajutnya persaudaraan yang lebih erat karena KH Syukri Dzarkasyi mengambil putra Riau sebagai menantunya.

Allahyarham KH Syukri Dzarkasyi lahir di Gontor pada 19 September 1942. Beliau adalah putra pertama dari KH Imam Dzarkasyi, salah seorang Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.

KH Syukri Zarkasyi menamatkan sekolah dasar di Desa Gontor pada tahun 1954. Setelah menamatkan Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 1960, melanjutkan studi di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga mendapatkan gelar Sarjana Muda tahun 1965.

kh-syukriii-ok

Adapun gelar Lc didapat dari Al Azhar University Kairo, Mesir pada tahun 1976. Kemudian melanjutkan studi di lembaga yang sama hingga meraih gelar MA pada tahun 1978. Sedang gelar Doctor Honoris Causa pada 2005 berasal dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.(*/foto dan data dari gontor.ac.id)
Tulis Komentar
Berita Terkait