img
Agenda Kegiatan
Fans Page

Ustadz Salahuddin: Bergembira Saja Sambut Ramadhan

Dibaca: 149 kali  Selasa,13 April 2021 | 10:11:00 WIB
Ustadz Salahuddin: Bergembira Saja Sambut Ramadhan
Ustadz Salahuddin dipercaya memberikan tausiyah dalam acara syukuran keluarga besar Pondok Pesantren Babussalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1442 H. Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Haji Ahmad Royan, Sabtu, 10 April 2021 pagi.

Pada bagian awal, ustadz berkisah bagaimana Rasulullah menyambut datangnya bulan Ramadhan. Menurutnya, Rasulullah menjadikan Ramadhan sebagai tamu agung. Datangnya dirindukan dan perginya ditangisi.

Lalu Rasulullah sudah mempersiapkan diri dua bulan sebelum datangnya. Di antaranya dengan beristighfar dan berpuasa selama dua bulan penuh setiap hari. Selain mengagungkan bulan Ramadhan juga sebagai latihan agar terbiasa saat Ramadhan.

''Lalu apa persiapan kita sambut Ramadhan...?'' tanya Ustadz Salahuddin. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan umat Islam.

1. Bergembira. Kita gembira saja dulu. Jangan pikirkan yang lain-lain. Sesuai hadits Nabi yang berbunyi ''Siapa saja bergembira sambut Ramadhan maka Allah haramkan jasadnya masuk neraka.''

Lalu Ustadz mengisahkan pengalaman seorang sahabat Nabi bernama Muadz bin Jabal. Muadz melihat satu saat seorang Yahudi marah pada anaknya yang makan di depan orang muslim yang sedang berpuasa. Ia marah dengan ikhlas karena anaknya tak menghormati berpuasanya orang Muslim.

Pada satu ketika, Muadz pun bermimpi. Ia melihat kuburan yang ditempati orang Yahudi tersebut kondisinya terang dan indah seperti taman-taman surga. Karena heran Muadz pun bertanya. Dan orang Yahudi tersebut mengakui semasa hidup saya tak pernah shalat, puasa, haji dan lain-lain. Tapi ia mengaku pernah marah pada anaknya karena tak menghormati orang Islam berpuasa. Maka pada sakratul maut ia mendapatkan hidayah Agama berupa bisikan halus agar masuk Islam dengan mengucapkan kalimat syahadat. Ia pun mengikuti dan akhirnya Allah tempatkan dia di tempat yang mulia.

''Jadi inti dari kisah ini, orang Yahudi saja beri sesuatu yang tak diduga. Kalau kita yang muslim pasti diberikan lebih. Seperti hidup kita yang berkah, keluarga yang sakinah mawaddah warohmah dan sebagainya,'' ujar Ustadz Salahuddin.

Nabi juga mengatakan mengapa harus bergembira sambut Ramadhan. ''Seandai saja umat tahu apa yang ada di bulan suci Ramadhan itu, pasti mereka menginginkan sebelas bulan lainnya seperti bulan Ramadhan. Karena Allah berikan banyak sekali kebaikan di bulan Ramadhan, Allah melipat gandakan pahala kita.''

Selain itu, juga tak banyak syarat atau aturan dari Allah. Jika berbuat baik pasti langsung dicatat sebagai kebaikan.

Kemudian jadi bulan yang mustajabah. Bulan yang doa seseorang akan dikabulkan oleh Allah.

2. Sucikan diri. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang suci. Agar sesuai maka kita juga harus suci.

Maka kita biasanya bersihkan rumah. Juga yang lebih penting bersihkan hati. Caranya dengan meminta maaf pada sesama. Ramadhan memang bisa menghapus dosa tapi dosa Allah karena Allah maha pengampun. Tapi dosa antar sesama harus meminta maaf langsung seperti anak pada orang tuanya, istri pada suaminya dan seseorang sesama tetangganya.

3. Siapkan ilmu tentang Ramadhan. Ustadz Salahuddin mengutip hadits Nabi riwayat Imam At-Tabrani yang mengatakan, ''Berapa banyak orang-orang yang berpuasa tapi tak dapat apa-apa kecuali lapar dan haus saja.''

Maka perlu diperhatikan apa saja yang membatalkan puasa itu :

1. Sengaja memasukkan benda ke dalam badan atau kepala. Seperti aktrivitas mengorek telinga, hidung, gosok gigi tengah hari. Maka sebaiknya lakukan sebelum imsak.

2. Injeksi sesuatu pada dua jalan. Maksudnya memasukkan pada dua saluran yakni dubur (kemaluan belakang) dan qubul (kemaluan depan). Jika terpaksa melakukan itu maka jangan paksakan berpuasa. Ganti puasanya di hari lain.

Maka kita beridah itu dengan ilmu. Orang yang beribadah dengan ilmu maka nilainya besar. Orang yang beribadah tanpa ilmu maka nilainya sedikit.

Maka Nabi berkata dalam hadits-nya, ''Tidur saja orang berilmu lebih baik daripada beribadah orang yang jahil. Jahil itu artinya bodoh.''

3. Perbuatan lainnya yang membatal puasa adalah muntah dengan sengaja.

Lalu ini terkait hal-hal yang membatal pahala puasa. Kewajiban puasa dapat dilaksanakan, dosa dapat dihidari. Tapi ada kalanya pahala berpuasa tidak didapatkan.

Nabi berkata ada lima hal yang membatalkan pahala puasa :

1. Berbohong.
2. Ghibah. Adalah menceritakan keburukan/aib orang lain.
3. Namimah alias adu domba.
4. Bersumpah palsu.
5. Melihat sesuatu yang menimbulkan syahwat.

Amalan sunnah yang disarankan antara lain:

1. Segerakan berbuka.
2. Mengakhirkan makan sahur. Dijelaskan Ustadz Salahuddin waktu menahan (imsak) yang tepat itu adalah ketika adzan Subuh berkumandang. Kalau bunyi sirine itu pertanda untuk bersiap-siap. Ibaratnya lampu kuning.
3. Meninggalkan kalimat-kalimat yang tidak bermanfaat. Lebih baik diam daripada bercerita tak jelas kebenarannya.(*)
Tulis Komentar
Berita Terkait