Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Jumat, 28 Januari 2022 | 24 Jumadil Akhir 1443 H | Dibaca : 1251 Kali
Danrem Brigjen TNI M Syech Ismed Tunjukkan Rasa Hormat yang Tinggi dan Tawaduk
Penulis
Reporter
Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI M Syech Ismed tetap memperlihatkan rasa hormatnya dan sikap tawaduk-nya kepada orang yang dituakan. Itu terlihat ketika beliau berjumpa dengan Pak H Saleh Djasit dan Tuan Guru Syekh H Ismail Royan di Ponpes Babussalam, Jumat, 14 Januari 2022.
Misal terlihat bagaimana beliau menyebut kedua tokoh di atas. Pak Saleh menjadi orang pertama yang disapa ketika hendak memulai memberikan kuliah umum tentang wawasan kebangsaan.
''Yang paling saya muliakan, yang paling saya hormati, yang paling saya banggakan, ayahanda saya, orang tua saya, senior saya, Bapak Haji Saleh Djasit. Mantan Gubernur Riau, mantan Bupati Kampar, mantan anggota TNI, Brigjen TNI purnawirawan,'' ujar Pak Danrem.
''Tepuk tangan untuk beliau,'' sambung Danrem lagi.
Dilanjutkan Danrem lagi, ''Di usia yang tidak muda lagi, beliau makin menunjukkan semangat kebersamaan, semangat silaturrahmi, semangat kekuatan. Yang ini tidak boleh hilang dalam diri kita. Dan beliau sudah tunjukkan.''
''Setiap siapa saja yang mengundang, beliau selau hadir. Tak memandang siapa yang mengundang. Ini salah satu yang patut saya teladani. Insya Allah.''
Berikutnya, Danrem pun menyapa Tuan Guru yang juga pimpinan Ponpes Babussalam Pekanbaru.
''Yang saya banggakan, yang saya hormati. Pimpinan Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan. Syekh H Ismail Royan. Selain panutan saya, juga abang saya, saudara saya,'' ungkap Pak Danrem.
''Kami ada hubungan saudara. Sama-sama dari Sungai Rokan. Jadi kami bertiga ini; Rokan, Rokan, Rokan,'' lanjutnya.
Dan Pak Danrem juga tak lupa menyampaikan permintaan maaf karena baru kali ini bisa berkunjung ke Ponpes Babussalam.
''Hampir dua tahun jadi komandan Korem, Allah baru berikan jalan, baru bisa hadir.''
Beliau turut pula menyapa para mursyid/khalifah Thariqat Naqsabandiyah yang kebetulan dari Rokan Hulu. ''Kemarin saya dapat penabalan gelar datuk dari Rokan Hulu. Jadi saya juga anak kemenakan.''
Pak Danrem juga mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk berjumpa dan berbicara di depan para hadirin.
''Saya merasa bangga, merasa sangat terhormat, merasa dinaikkan derajat saya. Karena saya diberi kesempatan untuk berbicara di depan para tokoh, para mursyid, para guru dan para santri.''
Terakhir, beliau juga mohon doa dan restu. ''Semoga saya yang diberikan amanah oleh Allah bisa saya jalankan dengan sebaik-baiknya.''(*)