Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat ini dipimpin oleh Syekh Haji Ismail Royan, didirikan pada tanggal 21 November 1979 yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1400 H.
Sabtu, 23 April 2022 | 21 Ramadhan 1443 H | Dibaca : 1493 Kali
Ustadz Afdal MPd : Berpuasa Sebagai Amalan Guna Mendidik Hawa Nafsu
Penulis
Reporter
Ustadz Afdal MPd terpilih memberikan tausiah jelang berbuka puasa bersama keluarga besar Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru.
Di awal tausiahnya, beliau mengajak hadirin melantunkan bersholawat nabi nan syahdu. Ini sebagai penghormatan sekaligus doa kepada manusia paling mulia yakni Rasulullah SAW.
Apalagi dengan adanya sosok Rasulullah SAW itu maka lahir pula hari-hari mulia lainnya dalam Islam. ''Karena adanya bulan suci Ramadhan, adanya malam lailatul qadar, dan adanya hari-hari besar Islam, karena adanya sosok orang yang mulia yaitu Nabi Muhammad SAW,'' ujar Ustadz Afdal.
''Oleh karena itu Alfakir mengajak kita semua sejenak mengenang orang yang paling mulia, di bulan yang mulia, bersama orang-orang yang mulia, kita bersholawat kepada Rasulullah SAW,'' lanjut beliau.
Selanjutnya, beliau mengatakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan berperang, bulan perjuangan. Yaitu berperang dan berjuang melawan hawa nafsu.
Dikisahkan sewaktu Nabi Muhammad SAW pulang dari Perang Badar, sebagai perang yang oleh sahabat digambarkan sebagai perang terbesar dan terdahsyat saat itu. Namun, Nabi mengatakannya sebagai perang kecil. Sebagaimana ungkapan beliau: “Kita baru saja pulang dari peperangan kecil menuju peperangan yang lebih besar.”
Para sahabat (pelaku Perang Badar) pun terperanjat. “Ya, Rasulullah, masih adakah perang yang lebih besar dan lebih dahsyat dari Perang Badar yang baru saja kita menangkan?”
“Ya,” jawab Nabi Muhammad, SAW, “Kita akan menghadapi perang yang lebih besar. Yaitu, perang melawan hawa nafsu.”
Ramadhan juga disebut sebagai bulan tarbiyah/pendidikan. Yakni bulan untuk menundukkan hawa nafsu lewat cara berpuasa. Dengan menahan rasa lapar akan menundukkan hawa nafsu pada diri manusia.
Dilanjutkan Ustadz Afdal, para ulama terdahulu juga mendidik dirinya lewat cara berpuasa. Seperti Imam Syafi'i yang mengatakan sudah lima belas tahun tidak pernah merasakan yang namanya rasa kenyang.
Habib Abdullah bin Abubakar Alaydrus dari Hadramaut, Yaman, yang sudah berpuasa dua tahun berturut-turut dalam usia tujuh tahun. Beliau hanya perbukaan hanya dengan dua butir kurma.
Pada usia 10 tahun, Habib Abdullah bin Abubakar Alaydrus, berpuasa pula empat tahun berturut-turut dengan hanya perbukaan empat butir kurma.
''Beginilah kaum solihin, kaum salaf melatih, mentarbiyah dirinya untuk bisa menundukkan hawa nafsunya. Karena salah satu amalan untuk menundukkan hawa nafsu adalah dengan berpuasa,'' ungkap Ustadz Afdal.
Apalagi dengan bulan Ramadhan dimana pahalanya dilipatgandakan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, setiap satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Bahkan hingga 700 kali lipat.
''Kecuali puasa kata Allah. Karena puasa kata Allah SWT Aku yang akan membalasnya. Dan puasa itu untuk-Ku,'' lanjut Ustadz Afdal lagi.(*)